PALI, — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus menindaklanjuti tuntutan terkait pengangkatan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Plt Kepala BKPSDM PALI, H. Imansyah, SE, MM, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membahas kelanjutan proses pengangkatan TKS. Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk menjawab aspirasi yang belakangan disuarakan DPRD dan para tenaga honorer.
“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan BKN untuk membahas pengangkatan TKS di PALI yang belum terakomodir dalam seleksi PPPK,” ujar Imansyah, Senin (14/7/2025).
Lebih lanjut, Imansyah menjelaskan bahwa saat ini BKN masih memproses penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk PPPK tahap pertama di Kabupaten PALI. Jumlah yang terdata mencapai 1.184 orang, yang rencananya akan dilantik pada Oktober 2025.
“Kami terus memantau perkembangan dari BKN. Untuk tahap pertama, 1.184 PPPK sedang dalam proses NIP dan InsyaAllah akan segera dilantik bulan Oktober nanti,” tambahnya.
Imansyah berharap proses ini menjadi awal baik bagi pengangkatan para TKS yang masih menunggu kejelasan status. Ia memastikan pihaknya akan terus berupaya agar pengabdian para TKS yang sudah berlangsung bertahun-tahun mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Kami berharap proses pengangkatan berikutnya bisa segera terealisasi. Kami akan terus mendorong pemerintah pusat agar TKS di PALI yang belum terakomodir mendapat kesempatan melalui seleksi berikutnya,” tegasnya.
Sebelumnya, DPRD PALI telah menyatakan dukungan penuh untuk memperjuangkan nasib ribuan TKS. Bahkan DPRD berencana membawa aspirasi ini hingga ke pemerintah pusat, termasuk mengungkap adanya dugaan ketidaktransparanan dalam proses seleksi PPPK.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah pusat, diharapkan nasib ribuan TKS di PALI dapat segera mendapatkan kepastian dan kejelasan status kepegawaian yang selama ini dinanti.









