Dari Sarang ke Harapan: Cerita Manis Budidaya Lebah Madu Sukamaju Bersama PHE Jambi Merang

Media Field Trip PHR Zona 1 – PHE Jambi Merang, Intip Aroma Manis Budidaya Lebah Madu di Desa Suka Maju. (ist)

TANJUNG JABUNG TIMUR – Matahari baru saja naik di langit Sukamaju, Kecamatan Geragai. Kabut tipis masih menempel di dedaunan ketika suara dengung lembut lebah mulai terdengar di antara deretan kotak kayu yang berjajar rapi. Di sinilah kehidupan baru dimulai, bukan hanya bagi lebah-lebah pekerja, tapi juga bagi warga desa yang kini memetik manisnya harapan dari tetes madu.

Budidaya lebah madu di Desa Sukamaju bukan sekadar usaha tani biasa. Ia adalah simbol harmoni antara alam, manusia, dan kepedulian. Program ini tumbuh dari tangan dingin PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, yang menggagas pelatihan dan pendampingan agar masyarakat bisa mengelola potensi alam secara berkelanjutan.

Madu dan Energi yang Saling Menguatkan

Dalam kunjungan Media Field Trip yang digelar PHR Zona 1 – PHE Jambi Merang, Kamis (16/10/2025), para jurnalis diajak menelusuri kisah di balik keberhasilan peternakan lebah madu Sukamaju. Mereka menyaksikan langsung bagaimana program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini mengubah pola pikir warga dari sekadar petani perkebunan menjadi pelaku ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Melalui Program Beeyond Honey, PHE Jambi Merang hadir sebagai respon terhadap krisis populasi lebah yang mengancam keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan.

“Program budidaya lebah madu ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan. Lebah adalah indikator alam yang sehat, jadi kami ingin menjaga keseimbangannya sambil meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Baskoro Adhi Pratomo, selaku Officer Community Involvement and Development Regional 1.

Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda Manager Field PHE Jambi Merang, Satrio Mursabdo menyampaikan “Pentingnya pengelolaan lingkungan menjadi dasar terwujudnya efisiensi penggunaan sumber daya energi. Melalui kegiatan Program Pengembangan Masyarakat tentunya menjadi komitmen perusahaan dalam bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan”.

Di tangan para petani lebah, madu kini menjadi sumber penghasilan baru. Warga diajarkan cara membuat kotak sarang, menjaga koloni, hingga memanen madu tanpa merusak ekosistem. Hasilnya, madu Sukamaju dikenal murni, kental, dan punya aroma khas bunga hutan lokal.

“Dulu kami hanya memjadikan budidaya lebah madu sebagai sampingan tanpa tahu cara menjaga sarang. Sekarang, dengan pelatihan dari PHE Jambi Merang, kami bisa panen berkala tanpa merusak. Hasilnya jauh lebih banyak dan berkelanjutan,” kata Sutarno, Ketua Kelompok Lebah Madu Sukamaju.

Pelestarian lebah telah dilakukan PHE Jambi Merang sejak tahun 2021 yang melibatkan tiga desa di wilayah Kecamatann Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan memberikan bantuan 10 kotak lebah madu kepada masing-masing desa,  salah satunya Desa Sukamaju.

Untuk Desa Suka Maju saat ini telah berkembang mencapai 300 kotak lebah madu dan dikelolah oleh kelompok lebah madu yang beranggotakan 10 orang dengan hasil panen berkisar antara 150 – 250 ton tergantung dengan cuaca dengan harga jual Rp. 22.000 – 29.000 per kilo.

Lebih dari Sekadar Manis

Di balik setiap tetes madu, tersimpan kisah kerja keras dan kesadaran ekologis. Peternakan lebah mengajarkan masyarakat pentingnya menjaga pepohonan dan bunga liar agar lebah tetap punya sumber pakan. Makin hijau lingkungan, makin subur pula koloni lebah yang mereka pelihara.

Tak heran jika kawasan ini kini menjadi contoh inspiratif bagi desa lain di Tanjung Jabung Timur. Bahkan, program ini juga mendorong masyarakat mengolah hasil panen menjadi berbagai produk turunan seperti madu kemasan, lilin lebah, hingga jajanan ringan produksi rumahan. Semua dilakukan dengan metode sederhana namun higienis, menjaga kualitas madu agar tetap murni dan bernilai tinggi.

Manis yang Tumbuh dari Kepedulian

Melalui program ini, PHE Jambi Merang tak hanya membantu masyarakat mengolah sumber daya alam, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan yang sejalan dengan visi Pertamina menuju energi hijau dan inklusif.

Guna menjamin berkelanjutan ekonomi masyarakat, dibentuklah wadah formal yang terorganisir dalam bentuk Koperasi.  Saat ini di Desa Suka Maju terdapat satu Koperasi Lebah Madu yang bernama “Koperasi Sukma Jaya”. 

Dengan adanya Koperasi ini diharapkan  dapat menciptkan struktur organisasi yang beroperasi secara kolektif, untuk menggantikan praktik perorangan yang kerap menghadapi kendala dalam hal permodalan dan pemasaran hasil. Dan ini merupakan langkah strategis yang kuat dalam mengelola seluruh mata rantai nilai produk perlebahan.

Kegiatan Media Field Trip ini pun menjadi bagian dari rangkaian menuju Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025, di mana para wartawan diajak menulis kisah nyata dari lapangan yang menggambarkan kontribusi energi bagi kehidupan.

Bagi para jurnalis yang turut hadir, kegiatan Media Field Trip ini menjadi lebih dari sekadar liputan. Ini merupakan perjalanan batin yang memperlihatkan bagaimana energi, lingkungan, dan kehidupan bisa saling bersinergi.

“Kami melihat sendiri bahwa program seperti ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap bumi,” ujar Heriyanto,  S.IKom, salah satu wartawan dan selaku Ketua SMSI Musi Banyuasin.

Dan di Sukamaju, kisah itu nyata. Di antara dengung lebah dan harum madu, tumbuh harapan baru tentang desa yang sejahtera, lingkungan yang lestari, dan masa depan yang lebih manis untuk semuanya.

Penulis : Dwi Andrian. D

Pos terkait

banner 468x60