Palembang – Lebih dari 100 jurnalis dari berbagai media di Sumatera Selatan mengikuti Workshop & Kompetisi Media Sumsel 2026 yang diselenggarakan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Hotel Emilia Palembang.
Mengusung tema Peningkatan Kompetensi Wartawan di Era Digital, kegiatan ini membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman insan pers mengenai industri hulu migas sekaligus memperkuat kemitraan antara SKK Migas, KKKS, dan media.
“Kami ingin seluruh awak media di Sumatera Selatan semakin memahami kegiatan operasi hulu migas. Selain mengikuti workshop, peserta juga telah mengirimkan karya jurnalistik untuk mengikuti kompetisi yang diselenggarakan,” ujarnya.
Menurut Syafei, media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta kepada masyarakat mengenai peran industri hulu migas dalam mendukung pembangunan dan ketahanan energi nasional.
Ia juga mengapresiasi seluruh KKKS yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen membangun komunikasi yang produktif dan harmonis dengan insan pers.
“Kami berharap sinergi dengan media terus diperkuat sehingga informasi mengenai operasi hulu migas dapat tersampaikan dengan baik dan mampu mendukung kelancaran operasi serta pencapaian target lifting minyak dan gas bumi nasional,” katanya.
Sementara itu, Manager Community Relation & Enhancement South Sumatra Region Medco E&P Indonesia, Himawan Eko Prabowo, menilai workshop menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara KKKS dan media.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap industri hulu migas.
“Kami berharap materi mengenai pemanfaatan AI dapat menambah wawasan peserta sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Departemen Komunikasi PWI Pusat, Dr. H. Firdaus Komar, S.Pd., M.Si., mengapresiasi komitmen SKK Migas Sumbagsel dan KKKS dalam meningkatkan kapasitas wartawan melalui workshop dan kompetisi media.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, harus dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran wartawan.
“AI adalah alat bantu, bukan pengganti wartawan. Dalam menghasilkan karya jurnalistik, kita tetap harus mengedepankan verifikasi, akurasi, keberimbangan, independensi, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik. Nilai-nilai itu tidak boleh ditinggalkan,” tegas Firdaus.
Melalui Workshop & Kompetisi Media Sumsel 2026, SKK Migas Sumbagsel, KKKS, dan PWI berharap sinergi dengan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai industri hulu migas dapat tersampaikan secara benar, meningkatkan literasi masyarakat, membangun kepercayaan publik, serta mendukung pencapaian target lifting migas nasional. (*)
Penulis : A. Rayhan
Editor: Heri Chaniago









