PALI, – Setelah hasil laboratorium terkait kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keluar beberapa hari lalu, meski belum diterima secara resmi oleh pihak mereka, Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3) menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam.
Namun, kekecewaan itu bukan ditujukan pada hasil laboratorium, melainkan pada lambannya respon dari pihak berwenang.
“Kami prihatin karena hingga hari ini belum ada langkah konkret dari Kapolres PALI dalam mengungkap penyebab keracunan massal ini. Padahal, kejadian ini hanya terjadi di PALI dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan,” ungkap Koordinator Aksi AP3, Abu Rizal, didampingi Koordinator Lapangan, Hadi Prasmana, dalam pernyataan resminya.
AP3 juga menyayangkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI yang dinilai belum menunjukkan kepedulian nyata terhadap kasus ini. Menurut mereka, wakil rakyat seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal peristiwa yang menyangkut keselamatan warga.
Pernyataan Bupati PALI pun ikut menjadi sorotan. Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, Bupati menyebut akan mencari vendor pengganti jika terbukti bahwa keracunan disebabkan oleh makanan yang disediakan.
Namun, AP3 menilai fokus hanya pada pergantian vendor adalah langkah yang terlalu sempit.
“Pergantian vendor bukan solusi utama. Jika akar masalahnya tidak dibongkar secara menyeluruh, melalui audit terhadap seluruh rantai penyediaan makanan, termasuk SPPG, dapur umum, hingga kualitas air bersih dari PDAM Tirta PALI. Kami khawatir kejadian serupa akan terulang. Anak-anak yang disebut sebagai generasi emas 2045 bisa menjadi korban berikutnya,” tegas Abu Rizal.
Aliansi ini menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal kasus ini hingga terang benderang. Mereka mendesak transparansi dan keadilan bagi para korban dan keluarga yang terdampak.
“Ini bukan soal politik atau kepentingan kelompok. Ini soal kemanusiaan. Kami ingin kasus ini diusut tuntas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di masa depan,” tutup Hadi Prasmana. (Red)









