PALI, – Anggota DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Husni Thamrin, angkat suara terkait isu yang mengaitkan tempe sebagai penyebab keracunan massal ratusan pelajar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal Mei lalu.
Dalam sebuah pesan bernada menyejukkan, politisi sekaligus Ketua DPD Partai HANURA Kabupaten PALI itu mengajak masyarakat untuk tetap bijak dan tidak terburu-buru menyalahkan produk lokal, khususnya tempe, yang selama ini menjadi pangan andalan masyarakat.
“Untuk saudara-saudaraku terutama di Kecamatan Talang Ubi dan sekitarnya, meskipun saat ini beredar kabar bahwa salah satu penyebab keracunan adalah tempe, saya pribadi hampir setiap hari mengonsumsi tempe hingga hari ini. Alhamdulillah saya dan keluarga sehat-sehat saja,” ungkap Husni Thamrin, kemarin (21/5/2025).
Ia menegaskan bahwa tempe bukan sekadar makanan sehari-hari, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Pendopo yang tak tergantikan.
Ia pun mengajak masyarakat agar tetap mengonsumsi tempe sambil tetap mempercayai para pengrajin tempe lokal untuk menjaga kualitas produksinya.
“Mari kita yakinkan para saudara kita, pengrajin tempe, untuk selalu menjaga kualitas produk mereka. Mungkin saja tempe yang dikonsumsi saat kejadian memang sudah terkontaminasi bakteri seperti Staphylococcus aureus. Namun, penyebab keracunan bisa sangat kompleks dan tidak bisa disimpulkan secara sepihak oleh masyarakat awam,” tambahnya.
Husni juga menyampaikan kebanggaannya terhadap produk tempe lokal yang menurutnya memiliki cita rasa khas dan kualitas unggulan.
“Bagi saya, tempe produksi Pendopo belum ada tandingannya, bahkan dibandingkan dengan produksi dari daerah lain. Tempe Pendopo is the best,” tegasnya.
Pernyataan Husni Thamrin ini menjadi angin segar di tengah keresahan warga serta tekanan yang dihadapi pelaku UMKM tempe lokal sejak isu keracunan mencuat.
Ia berharap, pesan ini dapat menjadi penyeimbang narasi dan membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. (Red)









