
KELUANG, MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan inklusif. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba, bekerja sama dengan PT Baturona Adimulya, digelar pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Keluang.
Sebanyak 10 peserta disabilitas dan pelaku UMKM mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.
Bupati Muba, HM. Toha Tohet, SH, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan hanya sekadar program seremonial, melainkan langkah konkret untuk menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh warga Muba.
“Kami berkomitmen memastikan setiap warga Muba, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses untuk mengembangkan potensi diri dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Bupati Toha, Rabu (22/10).
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Muba dalam menyiapkan SDM yang kompeten dan berdaya saing.
“Pelatihan ini bukan hanya tentang keterampilan, tapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk mandiri dan berkontribusi dalam masyarakat,” jelas Herryandi.
Ia juga berharap agar perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah Muba dapat ikut serta dalam program pemberdayaan masyarakat serupa. Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya Muba yang maju dan inklusif.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Muba, Satipis Daruis, S.Km., M.Si, mengungkapkan optimismenya terhadap hasil pelatihan.
“Kami yakin pelatihan ini akan memberikan dampak positif bagi peserta. Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja mereka,” ujarnya.
Satipis juga menegaskan komitmen Disnakertrans untuk terus memperluas program pelatihan sejenis di berbagai kecamatan.
“Kami ingin agar semangat inklusivitas dan pemberdayaan ini menjadi gerakan bersama. Muba harus menjadi contoh daerah yang ramah disabilitas dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, visi Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Rohman untuk mewujudkan “Muba Maju Lebih Cepat, Mandiri, dan Sejahtera” semakin nyata diwujudkan di berbagai lapisan masyarakat. (*/and)







