Rekrutmen Mitra BPS Kota Jambi untuk Sensus Ekonomi 2026 Disorot, Muncul Pertanyaan Soal Transparansi Seleksi

Jambi – Proses rekrutmen Mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sorotan sejumlah peserta. Berbagai pertanyaan muncul terkait mekanisme seleksi yang diterapkan dalam perekrutan tenaga mitra yang akan terlibat dalam kegiatan pendataan ekonomi nasional tersebut.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum membuka seleksi secara luas, BPS Kota Jambi terlebih dahulu memanggil sekitar 237 mitra yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan BPS untuk mengikuti proses wawancara dalam rangka penjaringan awal. Sebagian besar mitra lama tersebut disebut-sebut kembali mengikuti tahapan seleksi untuk kegiatan Sensus Ekonomi 2026.

Selanjutnya, proses pendaftaran dilakukan melalui sistem berbasis website milik BPS. Dari tahapan administrasi tersebut, sekitar 400 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti ujian secara daring (online). Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah peserta mengaku sempat mengalami kendala teknis pada sistem pendaftaran maupun proses seleksi berbasis online tersebut.

Di tengah berlangsungnya tahapan seleksi, beredar informasi mengenai adanya sejumlah peserta yang disebut mengikuti tahapan wawancara tanpa terlebih dahulu mengikuti ujian online sebagaimana diwajibkan kepada peserta lainnya. Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebut jumlahnya mencapai puluhan orang. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Selain itu, sejumlah peserta mempertanyakan mekanisme penentuan peserta yang berhak melanjutkan ke tahap wawancara. Pasalnya, dari sekitar 400 peserta yang dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti ujian online, hanya sebagian yang diketahui memperoleh panggilan wawancara secara langsung.

Sorotan semakin menguat setelah muncul informasi bahwa menjelang penetapan hasil akhir seleksi terdapat peserta tambahan yang disebut mengikuti tahapan wawancara meskipun diduga tidak menjalani proses ujian online sebelumnya. Informasi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan prosedur seleksi dalam rekrutmen Mitra BPS Kota Jambi.

Di sisi lain, sejumlah peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi mengaku tidak memperoleh informasi lanjutan maupun konfirmasi resmi terkait perkembangan proses rekrutmen. Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian bagi para peserta yang berharap memperoleh kejelasan mengenai status mereka dalam seleksi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPS Kota Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme penentuan peserta wawancara, informasi mengenai dugaan peserta yang tidak mengikuti ujian online namun tetap mengikuti wawancara, maupun berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah peserta seleksi.

Publik menilai klarifikasi dari BPS Kota Jambi penting dilakukan guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi dalam proses rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026. Mengingat kegiatan sensus merupakan program strategis nasional, proses perekrutan tenaga mitra diharapkan berjalan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif maupun spekulasi di tengah masyarakat.

Catatan Redaksi:

Redaksi juga menerima informasi mengenai dugaan adanya praktik pemberian sejumlah uang dengan istilah “uang rokok” yang disebut-sebut dapat mempermudah kelulusan peserta dalam rekrutmen Mitra BPS Sensus Ekonomi 2026. Namun hingga saat ini informasi tersebut masih berupa dugaan yang belum dapat diverifikasi kebenarannya.

Oleh karena itu, redaksi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab serta hak klarifikasi kepada BPS Kota Jambi maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut guna menjaga keberimbangan pemberitaan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.(AMRI)

Pos terkait

banner 468x60