MUBA — Jembatan di Muara Rawas Desa Terusan, yang menghubungkan wilayah Kecamatan Sanga Desa di atas Sungai Musi kini menjadi saksi bisu perubahan yang meresahkan.
Air sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga Desa Terusan dan desa-desa lain di sepanjang alirannya tampak keruh dan berubah warna.
Warga mulai merasakan dampak nyata yang diduga kuat berasal dari Dampak adanya Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di wilayah bagian hulu Sungai Musi, tepatnya di Sungai Rawas, Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.
Masyarakat Kecamatan Sanga Desa kini menanti keberanian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk mengambil langkah tegas dan tuntas mengatasi pencemaran yang semakin mengkhawatirkan ini. Banyak nelayan mengeluhkan hasil tangkapan yang menurun drastis, bahkan ditemukan ikan-ikan mati mengapung di permukaan air.
Hal ini dikatakan, Ketua DPD Forum Masyarakat Musi Bersatu (FM2B) Kecamatan Sanga Desa,Syamsul Bahori. bersama Tim Kantor Hukum Poeyank,
Neko Ferlyno.SH.CPL.dan Kantor Hukum Apriyansyah SH dan rekan,Selaku putra daerah Sanga Desa.
“Kami minta dan menuntut keberanian pemerintah daerah kita untuk benar-benar memberantas dan menghentikan aktivitas PETI yang telah merusak sungai kita. Ini bukan sekadar keresahan, tetapi sudah berdampak nyata pada kehidupan masyarakat. Sungai yang dulu jernih kini berubah, ikan-ikan mati, dan para nelayan kehilangan mata pencaharian. Lingkungan hidup dan ekosistem kita dirusak, dan ini harus ada yang bertanggung jawab. Kami minta ada langkah nyata, bukan sekadar janji atau penelusuran yang berhenti di tengah jalan.” Ungkap Ketua DPD- FM2B Sanga Desa.
Hal yang sama dikatakan oleh ketua Tim Kantor Hukum Poeyank,Neko Ferlyno.SH.CPL dengan tegas meminta agar pelaku PETI ditangkap.
” Pertambangan Emas tanpa izin tersebut harus segera di tindak, apalagi telah berdampak pada pencemaran lingkungan, karena regulasi hukum nya sudah jelas sesuai dengan ketentuan UU Nomor 3 tahun 2020 atas perubahan uu no 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara,pemerintah dan Aparatur penegak hukum harus segera bertindak, jangan berdiam diri, kalau berdiam diri dugaan kami ada keterlibatan pihak pihak berwenang, dalam pertambangan emas ilegal ini. Tindak dan tangkap pelaku penambangan ilegal termasuk pihak pihak yang berada di belakang layar para penambang ini. Karena ini jelas dalam UU ada ancaman pidana dan ancaman denda terhadap kegiatan ilegal penambangan tersebut,.” Tegas Neko Ferlyno.SH.C.P.L dari kantor Hukum Poeyank dengan geram.
Secara terpisah, Danramil 401-02/ Babat Toman,Kapt.Inf.Hariyanto melalui Serma Suwardyono. Babinsa Kecamatan Sanga Desa
“Kami di lapangan sudah melakukan penelusuran dan memantau kondisi ini bersama warga. Memang benar indikasi pencemaran air Sungai Musi di wilayah kami berasal dari arah hulu, yaitu Sungai Rawas. Namun kendala yang kami hadapi adalah lokasi aktivitas yang diduga menjadi sumbernya berada di wilayah administratif Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.
Diperlukan koordinasi antar-pemerintah daerah agar penanganannya bisa tuntas sampai ke akar masalahnya.” Ungkapnya.
Sementara itu, Rusdiwan, S.Pd., M.Pd. Camat Sanga Desa,ketika dikonfirmasi media ini via WhatAppsnya,hari Minggu,(18/10/2026).Dia menegaskan, akan segera ditindak lanjuti,dengan melaporkan ke Pemkab Muba.
“Besok Kami adakan rapat bersama Para Kepala Desa, mengumpulkan keterangan terhadap keluhan warga terhadap kualitas air sungai rawas tsb, yang akan disampaikan ke Pihak terkait, untuk segera mengambil sampel melakukan uji leb terhadap kualitas air tersebut, dari hasil uji leb tersebut kita sampaikan ke Jajaran terkait.
Kami sangat memahami kekhawatiran dan kesulitan yang dirasakan masyarakat, khususnya para nelayan yang hidupnya sangat bergantung pada Sungai Musi. Pemerintah Kecamatan Sanga Desa akan terus menyampaikan laporan dan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Kami berharap segera ada langkah konkret dan koordinasi lintas daerah agar pencemaran ini segera dihentikan, demi keselamatan lingkungan dan masa depan kesejahteraan warga kita semua.” Tegas Camat Sanga Desa. (*).









