Jalan Lintas Propinsi Simpang Tiga Asam– Kota Agung Lahat,  Rawan Laka Akibat Bahu Jalan ditumbuh Rumput Liar

Foto: Jalan lintas Propinsi Simpang Tiga Asam menuju Kota Agung Lahat menyempit akibat Rumput Liar Alang-Alang menutupi bahu ruas Bahu jalan, bisa menibulkan Laka Lantas bagi penguna jalan(ist)

Lahat – Kondisi jalan lintas Propinsi dari Simpang Tiga Asam menuju Tanjug Baru hingga Kota Agung, Kabupaten Lahat, dikeluhkan warga. Pasalnya, ruas jalan tersebut mengalami penyempitan akibat bahu jalan yang ditumbuhi rumput alang-alang.

Berdasarkan laporan masyarakat pada Jumat (3/4/2026), di wilayah Desa Air Dingin Lama dan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Tebat, rumput liar tumbuh tinggi dan menutupi bahu jalan. Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Andri( 23), masyarakat Kecaamatan Tanjung Tebat, mengatakan bahwa jalan lintas provinsi tersebut sudah lama tidak mendapat perawatan, khususnya kegiatan pembersihan atau tebang bayang.

“Sudah sekitar satu tahun tidak ada perawatan. Rumput alang-alang semakin lebat hingga memakan bahu jalan, sehingga rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Ia juga menambahkan, selain mempersempit jalan, rumput liar tersebut menyebabkan saluran drainase (parit) tersumbat. Akibatnya, saat hujan turun, air meluap ke badan jalan dan berpotensi merusak infrastruktur.

“Kalau hujan, air menggenangi bahu jalan karena parit tersumbat. Ini bisa mempercepat kerusakan jalan,” tambahnya.
Warga berharap dinas terkait segera turun tangan untuk membersihkan rumput alang-alang di sepanjang jalan tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan.

“Ini jalan provinsi, seharusnya dinas terkait cepat tanggap terhadap kondisi jalan yang semakin menyempit,” tegas Andri.
Keluhan serupa disampaikan Eko Pratio, warga yang baru kembali ke kampung halamannya di Tanjung Tebat. Ia mengaku terkejut melihat kondisi jalan yang kini dipenuhi semak belukar.

“Sudah lama tidak pulang, sekarang jalan terlihat sempit karena ditumbuhi rumput. Pemerintah desa hingga kabupaten harus cepat tanggap. Selain merusak pemandangan, ini juga membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya. (RAY)

Pos terkait

banner 468x60