Jambi – Dugaan aktivitas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, mulai menemukan titik terang. Hal ini mencuat setelah awak media melakukan pemantauan udara menggunakan drone serta pemberitaan yang telah dipublikasikan sebelumnya.
Perkembangan terbaru datang dari seorang netizen melalui akun TikTok berinisial SR, yang secara terbuka mengungkap dugaan identitas pemilik lokasi tersebut.
Dalam komentarnya, SR menyebut bahwa gudang yang berada di kawasan Mendalo Darat itu diduga dimiliki oleh seseorang berinisial FW, yang disebut-sebut merupakan oknum anggota Brimob.
“Gudang Mendalo, PT TGN itu punya Pery Willian anggota Brimob. Merasa paling benar dan merasa paling kuat, dengan dalil agen Cosmic. Gas terus sampai proses hukum anggota Brimob-nya,” tulisnya.
Pernyataan tersebut memicu perhatian publik, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar terkait penanganan kasus ini oleh aparat penegak hukum di wilayah setempat.
Sejumlah pihak mempertanyakan kinerja Polsek Jaluko, Polres Muaro Jambi, hingga Polda Jambi, yang dinilai belum melakukan langkah konkret seperti verifikasi awal maupun deteksi dini, meskipun dokumentasi visual dari awak media dinilai cukup kuat.
Muncul pula dugaan adanya pembiaran, bahkan potensi praktik kongkalikong dalam aktivitas tersebut.
Selain itu, publik juga mendesak agar dilakukan penelusuran terhadap:
1. Harta kekayaan pihak yang diduga sebagai pemilik lokasi.
2. Legalitas usaha yang dijalankan
3. Sumber distribusi BBM dari kendaraan industri yang teridentifikasi milik PT. TGN.
Apabila tidak ada tindakan tegas dari aparat di daerah, masyarakat meminta agar Mabes Polri turun tangan langsung guna mengusut tuntas dugaan tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat.
Dari hasil dokumentasi udara, terlihat aktivitas mencurigakan di area yang diduga sebagai lokasi penyimpanan BBM.
Sejumlah kendaraan angkutan industri dengan identitas PT. TGN tampak terparkir berjejer di dalam area tersebut.
Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
“Itu hanya tempat parkir mobil fuel, bukan gudang minyak,” ujarnya singkat.
Meski demikian, hasil pantauan drone menunjukkan adanya bagian area yang tertutup dan tidak mudah terlihat dari permukaan. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa terdapat aktivitas yang belum sepenuhnya terungkap ke publik.
Awak media menegaskan akan terus melakukan penelusuran serta upaya konfirmasi kepada berbagai pihak terkait, termasuk dugaan pemilik lokasi dan instansi berwenang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kode etik jurnalistik, media juga membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atau memiliki klarifikasi atas pemberitaan ini. (*)









