MUBA – Proyek pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di wilayah Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menuai keluhan dari warga. Para Pekerjaan galian pipa di depan permukiman dan sepanjang pinggir jalan lintas sumatera dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta diduga berdampak pada fasilitas umum (fasum). Dranase atau paret bahu jalan lintas Sumatera.
Berdasarkan pantauan di lapangan, senen ( 19/05/2026)tumpukan tanah sisa galian terlihat menutupi sejumlah saluran air atau drainase dibeberapa titik ada dranasenya yang digali dan tertimbun tanah . Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terhadap potensi genangan hingga banjir saat hujan turun akibat aliran air yang terhambat.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menilai pengerjaan proyek terkesan kurang rapi.
“Galiannya tepat di depan rumah dan di pinggir jalan. Tanah hasil galian masuk ke parit, jadi air tidak bisa mengalir,” ujarnya.
Selain mengganggu akses warga, proyek tersebut juga diduga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur drainase yang sebelumnya dibangun pemerintah melalui Balai Besar. Sejumlah bagian dinding beton drainase dilaporkan mengalami kerusakan dan tertimbun material tanah akibat aktivitas pembongkaran saat proses pema
sangan pipa jargas.
Warga berharap pihak pelaksana segera melakukan pembersihan sisa material galian serta memperbaiki fasilitas umum yang terdampak agar tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan permukiman.
Pandu selaku Projek Manager Jargas PT. Pratiwi sekmen wilayah Babat Supat( Batsu), saat dikonfirmasi melalui handpon via WastApp nomor: 0813 6749 1xxx Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana pemenamg proyek jaringan gas rumah tangga belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan sisa galian maupun perbaikan fasilitas umum yang terdampak di wilayah babat supat.
Pemerintah kecamatan Babat supat melaui salah satu Kepala desa Tanjung Kerang, Eka Saprullah Zainal saat ditemu dikediamannya mengatakan berharap pihak perusahaan pememamg tender proyek jaringan rumah tangga ( jargas) jangan meninggalkan kesan pekerjaan yang kurang baik, dan jangan merusak fasilitas umum yang sudah ada seperti saluran dranase, atau perkarangan rumah warga yang digali agar dirapikan seperti semula. Biasa para pekerja kalau selesai proyek tidak lagi diperbaiki.ibarat pepata PU memperbaiki jalam dan saluran dramase sedangkan proyek jargas.m enggali atau merusaknya.
Ia, Pada intinya pekerjaan ini jangan sampai jadi permasalahan apa lagi ini proyek besar untuk masyarakat., Punglasmya,” (*)
Editor: heri chaniago









