JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola anggaran negara. Dalam ajang penghargaan kinerja anggaran yang digelar Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta II, SKK Migas berhasil meraih predikat “Jawara of The Year 2025” atau juara umum, Rabu (6/5/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pencapaian istimewa karena SKK Migas dinobatkan sebagai yang terbaik di antara 235 satuan kerja mitra KPPN Jakarta II. KPPN Jakarta II sendiri diketahui mengelola layanan perbendaharaan dengan total pagu anggaran mencapai sekitar Rp934 triliun pada tahun 2025.
Tak hanya menyabet gelar juara umum, SKK Migas juga memborong penghargaan pada tiga kategori strategis, yakni:
Peringkat 1 Digitalisasi Pengelolaan Anggaran Subkategori Pagu Besar
Peringkat 2 IKPA Non-BA 015 Pagu Besar
Peringkat 1 Peningkatan Nilai IKPA Pagu Besar
Sekretaris SKK Migas sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Luky A. Yusgiantoro, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran SKK Migas bersama para pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini merupakan manifestasi komitmen SKK Migas dalam menjaga tata kelola anggaran negara yang akuntabel, transparan, dan kredibel. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang menjadi bagian dari pencapaian ini,” ujar Luky.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi seremoni semata, melainkan harus menjadi standar keberlanjutan dalam pengelolaan keuangan negara.
“Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus memberikan yang terbaik dalam mengelola anggaran APBN. Setiap rupiah anggaran negara harus dikelola secara profesional dan berintegritas demi kemajuan bangsa,” tambahnya.
Capaian ini semakin mempertegas posisi SKK Migas sebagai lembaga yang tidak hanya berfokus pada target produksi energi nasional, tetapi juga unggul dalam tata kelola administrasi dan pengelolaan anggaran negara yang modern, digital, serta akuntabel.( A. Rayhan)








